Pages

Kamis, 28 Februari 2013

Filosiofi Daun Kering

Aku adalah daun yang kering...
Belum banyak filsuf yang membahas eksistensi daun yang kering. Kenapa pula harus dibahas ? apa pentingnya ? Aku pernah menjelajahi hampir semua tulisan tentang daun yang kering dengan sisi pandang yang bertolak belakang pula. Yah aku tidak memungkiri hal itu, karena aku tau, sebuah opini yaa pasti berbeda-beda per kepala manusia yang memahaminya.

Ada yang berpendapat, daun kering adalah sebuah gambaran manusia yang sudah tak berguna, jatuh, dikumpulkan, lalu mudah tersulut api. Kalau dianalogikan yaa berarti manusia yang pengetahuannya rendah, namun gampang berbuat nekat dan anarkis. Sementara yang lain berpendapat, daun kering adalah simbolisasi masa tua pada tiap insan manusia. Ia menggambarkan kerapuhan. Menggambarkan suatu regenerasi, dimana daun kering jatuh, hilang, lalu digantikan oleh tunas-tunas muda yang siap menjadii daun yang kering lagi, terus berputar, terus seperti itu..  Banyak sekali opini menganai daun kering dan aku setuju dengan pendapat-pendapat itu. Namun dimataku aku memiliki sisi tersendiri dalam memandang sebuah daun yang kering..


Daun.. komponen paling bermanfaat dari tumbuhan. Ia bertugas memasak makanan bagi tumbuhan. Aku suka warnanya, hijau. Tiap aku memandang rimbunnya dedaunan tak tahu mengapa hatiku terbawa kesejukannya. kamu tau siklus daun ? coba dianalogikan.. daun muda adalah perlambang manusia muda. Warnanya masih hijau muda, belum rimbun dan eyup apabila dipandang. Ia masih butuh banyak belajar sampai menjadi daun yang berwarna lebih gelap, hijau meneduhkan yang sebenarnya. Tahap dimana manusia sudah memiliki ilmu yang dirasanya cukup untuk membangun kehidupan. Lalu apa yang terjadi selanjutnya ? tentusaja daun tadi menjadi daun tua, biasanya berwarna kuning kecokelatan. Dan bisa kita tebak, sebentar lagi daun itu akan gugur dan menjadi daun kering. 

Dan inilah bagian yang aku suka. Daun kering gugur namun tak begitu saja gugur. Ia menyisakan tempat untuk tunas yang baru. Daun kering jatuh ketanah, bisa saja ia hancur berkeping-keping. tapi jadi apa ?? yang paling mungkin adalah menjadi humus yang bermanfaat bagi tanah sekitarnya, kalau tidak yaa jadi makanan ulat atau semut. Ia gugur, namun tetap bermanfaat. Daun kering, perlambang sebuah pengorbanan yang sesungguhnya. Lalu kenapa daun kering tak dibakar saja ? Aku menganggap bahwa tak semua daun dapat dibakar, hanya daun yang kekurangan airlah yang mudah dibakar. Kalau daun basah ya pasti sulit.. dan air? aku menganologinya sebagai ilmu.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright © LimaBelas . Template created by Volverene from Templates Block
WP by WP Themes Master | Price of Silver